Selasa, 04 September 2012

10 Film Paling pertama di produksi di indonesia

1. Loetoeng Kasaroeng (1926)

[Image: Scan10001.JPG]

LoetoengKasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. Meskipun diproduksidan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan filmpertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia.


2. Eulis Atjih (1927)

[Image: eulis+atjih.JPG]

Sebuah filmbisu bergenre melodrama keluarga, film ini disutradarai oleh G. Krugerdan dibintangi oleh Arsad & Soekria. Film ini diputar bersama-samadengan musik keroncong yang dilakukan oleh kelompok yang dipimpin olehKajoon, seorang musisi yang populer pada waktu itu. Kisah Eulis Atjih,seorang istri yang setia yang harus hidup melarat bersama anak-anaknyakarena ditinggal suaminya yang meninggalkannya untuk berfoya-foya denganwanita lain, walaupun dengan berbagai masalah, akhirnya dengankebesaran hatinya Eulis mau menerima suaminya kembali walaupun suaminyatelah jatuh miskin.


3. Lily Van Java (1928)

[Image: lily+van+java.JPG]

Film yangdiproduksi perusahaan The South Sea Film dan dibuat bulan Juni 1928.Bercerita tentang gadis yang dijodohkan orang tuanya padahal dia sudahpunya pilihan sendiri. Pertama dibuat oleh Len H. Roos, seorang Amerikayang berada di Indonesia untuk menggarap film Java. Ketika dia pulang,dilanjutkan oleh Nelson Wong yang bekerja sama dengan David Wong,karyawan penting perusaahaan General Motors di Batavia yang berminatpada kesenian, membentuk Hatimoen Film.


Pada akhirnya,film Lily van Java diambil alih oleh Halimoen. Menurut wartawan LeopoldGan, film ini tetap digemari selama bertahun-tahun sampai filmnya rusak.Lily van Java merupakan film Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia.


4. Resia Boroboedoer (1928)

[Image: cephas.boroboedoer.1890.JPG]

Film yangdiproduksi oleh Nancing Film Co, yang dibintangi oleh Olive Young,merupakan film bisu yang bercerita tentang Young pei fen yang menemukansebuah buku resia (rahasia) milik ayahnya yang menceritakan tentangsebuah bangunan candi terkenal (Borobudur). Diceritakan juga di canditersebut terdapat sebuah harta karun yang tak ternilai, yaitu guciberisi abu sang Buddha Gautama.


5. Setangan Berloemoer Darah (1928)


Film yang disutradarai oleh Tan Boen San, setelah pencarian di beberapa sumber, sinopsis film ini belum diketahui secara pasti.


6. Njai Dasima I (1929)

[Image: Njai-Dasima-210x299.JPG]

Film iniberasal dari sebuah karangan G. Francis tahun 1896 yang diambil darikisah nyata, kisah seorang istri simpanan, Njai (nyai) Dasima yangterjadi di Tangerang dan Betawi/Batavia yang terjadi sekitar tahun1813-1820-an. Nyai Dasima, seorang gadis yang berasal dari Kuripan,Bogor, Jawa Barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaanInggris bernama Edward William.


Oleh sebab itu,akhirnya ia pindah ke Betawi/Batavia. Karena kecantikan dankekayaannya, Dasima menjadi terkenal. salah seorang penggemar beratnyaSamiun yang begitu bersemangat memiliki Nyai Dasima membujuk Mak Buyunguntuk membujuk Nyai Dasima agar mau menerima cintanya. Mak buyungberhasil membujuk Dasima walaupun Samiun sudah beristri. Hingga akhirnyaNyai Dasima disia-siakan Samiun setelah berhasil dijadikan istri muda.


7. Rampok Preanger (1929)


Ibu Ining tidakpernah menduduki bangku sekolah, tahun 1920-an adalah seorang penyanyikeroncong terkenal pada Radio Bandung (NIROM) yang sering pula menyanyiberkeliling di daerah sekitar Bandung. Kemudian ia memasuki dunia tonilsebagai pemain sekaligus sebagai penyanyi yang mengadakan pagelarankeliling di daerah Priangan Timur.


Main film tahun1928 yang berlanjut dengan 3 film berikutnya. Film-film itu seluruhnyafilm bisu. Ketika Halimoen Film ditutup tahun 1932, hilang pulalah IbuIning dari dunia film. Namun sampai pecahnya PD II, ia masih terusmenyanyi dan sempat pula membuat rekaman di Singapura dan Malaya. Padatahun 1935 ia meninggal dunia dalam usia 69 tahun karena sakit lever.


8. Si Tjonat (1929)


Cerita dalamfilm ini berputar pada kisah seseorang yang dijuluki si Tjonat. Nakalsejak kecil, si Tjonat (Lie A Tjip) melarikan diri ke Batavia (Jakarta)setelah membunuh temannya. Di kota ini ia menjadi jongos seorangBelanda, bukannya berterima kasih karena mendapat pekerjaan, ia jugamenggerogoti harta nyai tuannya itu.


Tak lamakemudian ia beralih profesi menjadi seorang perampok dan jatuh cintakepada Lie Gouw Nio (Ku Fung May). Namun cintanya bertepuk sebelahtangan, penolakan Gouw Nio membuatnya dibawa lari oleh si Tjonat. Usahajahat itu dicegah oleh Thio Sing Sang (Herman Sim) yang gagah perkasa.


9. Si Ronda (1930)

[Image: si+ronda.JPG]

Film inidisutradaria oleh Lie Tek Swie & A. LOEPIAS (Director ofPhotography), dan dibintangi oleh Bachtiar Efendy & Momo. Film inibercerita tentang kisah seorang jagoan perkelahian yang mengandung unsurkebudayaan Cina.


10. Boenga Roos dari Tjikembang (1931)

[Image: bunga+ros+dari+tjikembang.JPG]

Film bersuarapertama di Indonesia, film ini menceritakan tentang hubungan antar etnisCina & pribumi. Dalam film ini, The Teng Chun bertindak sebagaisutradara dan kamera. Cerita ini dikarang oleh Kwee Tek Hoay dan pernahdipentaskan Union Dalia Opera pada 1927, meskipun cuma ringkasan ceritasaja, yaitu tentang Indo-Tiongha. Dan film ini diberitakan olehpengarangnya film Cina buatan Java ini adalah karya Indo-Tiongha.


Bonus
Darah dan Doa (1950), film pertama Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia

[Image: darahdandoa.JPG]

Darah dan Doaadalah sebuah film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi padatahun 1950 dan dibintangi oleh Faridah. Film ini merupakan filmIndonesia pertama yang sepenuhnya dibuat oleh warga pribumi. Film iniialah produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), dantanggal syuting pertama film ini 30 Maret 1950, yang kemudian dirayakansebagai Hari Film Nasional. Kisah film ini berasal dari skenariopenyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusiIndonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Belanda yang menjaditawanannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar