Senin, 03 September 2012

History Of Noodles : Dari Lo MienHingga Mie Instan

Jenis pangan paling tua ini bukan
hanya digemari karena kaya akan
varian tapi juga sarat menyimpan
sejarah.

Saat ini kuliner Indonesia banyak
menggunakan mi sebagai bahan.
Sebut saja mi goreng, mi bakso, mi
godok, dan lain sebagainya. Walau
banyak yang menganggap panganan
ini berasal dari China, mi yang kita
kenal sekarang sebenarnya
merupakan hasil jejak dari
berbagai budaya dari seluruh
dunia.

 Mi memang sudah disantap
di China sejak 25-500 Masehi, di
masa pemerintahan Dinasti Han.
Kata “mi” yang dikenal di
Indonesia pun mentah-mentah
disadur dari bahasa aslinya yaitu
“Lo-Mien”.



Tepung gandum yang menjadi
bahan utama mi ini konon pertama
kali diperkenalkan di tanah Arab
sekitar 5000 tahun sebelum Masehi
dan mulai dikenal China sekitar
tahun 2 sebelum Masehi (walau
banyak yang percaya bahwa mi
sudah masuk

 China sebelum tepung gandum dikenal di sana
dengan ditemukannya mi berusia
4000 tahun di tahun 2005).

Kedatangan Marco Polo ke China
di abad 13 yang dinilai memiliki
andil besar munculnya varian mi
di daratan Eropa.

 Sejak itulah makanan ini dibuat dan muncul
dalam berbagai bentuk, salah
satunya pasta. Kontroversi pun
bermunculan. Banyak ahli kuliner
yang mengklaim bahwa pasta dan
berbagai jenisnya seperti spaghetti,
vermicelli, dan macaroni telah
lama dikenal di Itali sebelum
Marco Polo menjejakkan kakinya
di China.

Bahkan banyak yang beranggapan bangsa Jerman adalah
pelopor mi di Eropa.

Asumsi ini diambil dari nama mi ala Jerman,
“Nudel” yang diadaptasi oleh
bangsa Inggris kedalam bahasa
mereka, yaitu noodle.

Namun tak seorang pun yang bisa menampik
anggapan bahwa mi asal Cina
adalah ibu dari segala mi di dunia,
khususnya di Asia.

Asia’s Favorite
Di benua Asia sendiri dikenal
berbagai jenis mi.

Ada thukpa, mi gandum asal Tibet dan khesme
yang dikenal di kawasan Asia
Tengah seperti India dan dataran
Arab. Di Indonesia sendiri, mi
yang paling dikenal adalah bakmi
gandum, bihun atau bee hoon yang
terbuat dari tepung beras, dan
kway teoy atau yang umum
dikenal sebagai kwetiau.

Ketiga mi ini diadaptasi langsung dari mi ala
China dan dipakai dalam berbagai
variasi masakan Nusantara.

Negara Asia yang paling dikenal
dengan tradisi mi yang mendunia
adalah Jepang.

Mi versi Jepang memiliki kekhasan sendiri
terutama dari bahan-bahan yang
dipakai untuk membuatnya.

Seperti mi dari gandum hitam yang
dikenal dengan soba, mie gandum
atau ramen, dan mi putih tebal
yang juga dikenal sebagai udon.
Hidangan ini populer di negara
Sakura sejak abad ke 18 sampai
kini. Bahkan mi ala Jepang seperti
ramen dan udon kini telah
memiliki penggemar fanatik di
seluruh dunia.

Sebuah film produksi Amerika di tahun 2008
berjudul The Ramen Girl yang
dibintangi Brittany Murphy bisa
dijadikan indikator popularitas
ramen di dunia budaya pop
mancanegara.

The World Owes Mr.
Ando Popularitas ramen di Jepang dan
tingginya kesibukan penduduknya
mengilhami lahirnya sebuah varian
mi baru.

Di tahun 1958, Momofuku
Ando menciptakan produk ramen
instan yang diluncurkan pertama
kali dengan merek Chikin Ramen
yang merupakan mi instan yang
pertama di jual di dunia. Produk
ini perlahan kian disukai dan
mendulang sukses di seluruh
dunia.

Walaupun kehadiran mi
instan sering direndahkan oleh
banyak ahli kesehatan karena nilai
gizinya yang rendah, makanan ini
terbukti sangat populer karena
harganya yang murah, mudah
dimasak dan dapat dimodifikasi
sesuai selera.

Saat ini mi instan dengan mudah
bisa ditemui di berbagai negara di
dunia.

Boleh percaya atau tidak,
Indonesia adalah produsen mi
instan kedua terbesar di dunia
setelah China, dengan produksi
rata rata 16 miliar pak setahun!
Ini membuat produsen mi
Indonesia menguasai pasar di
Timur Tengah dan Afrika
termasuk populer di negara Barat
seperti Amerika Serikat, Australia,
Belanda dan Kanada. Bahkan
seorang rapper asal Amerika
Serikat, J20 pernah
mengungkapkan kecintaannya pada
mi instan produksi Indonesia
dalam sebuah lagu yang
berjudul…”Indomie”!

Dari negeri lahirnya hingga
tersebar ke seluruh dunia, mi telah
banyak mengalami berbagai
perubahan.
Mulai dari rasa, bahan, bentuk, hingga penyajiannya,
bervariasi mengikuti berbagai
ragam budaya yang dihinggapinya.
Hebat, ya!

Sumber : http://www.dailysylvia.com

1 komentar:

  1. Casino.bet | 1450 W Charleston Blvd. South, Columbia
    Casino.bet is located in 18500 인천광역 출장마사지 South Charleston 공주 출장샵 Blvd, 서울특별 출장마사지 South Charleston, West Virginia, 60400 US. Map 영천 출장마사지 of 충주 출장샵 Casino.bet locations, hours,

    BalasHapus