Bidadari berasal dari bahasa Sanskerta (विध्यधरी ; vidhyadharī), yang bermakna makhluk berwujud manusia berjenis kelamin wanita yang tinggal di kahyangan.
Di dalam keyakinan agama Hindu, tugas dan fungsi mereka, adalah menjadi penyampai pesan para dewa kepada manusia.
Di dalam Islam, Bidadari adalah pasangan bagi para penghuni surga. Istilah Bidadari sendiri, di dalam Al Qur’an disebut ‘huur‘.
Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah menyatakan bahwa istilah ‘huur’ tersebut merupakan bentuk kata yang bebas kelamin, artinya bisa diartikan sebagai perempuan dan bisa juga laki-laki.
‘Huur’ adalah sosok yang diciptakan sesuai keinginan dan hasrat si penghuni surga, tergantung kecenderungannya.
Dengan demikian, didasarkan kepada Tafsir Quraish Shihab tentang makna “huur“, di Surga kita bisa memilih “lingkungan sosial” mana, yang sesuai dengan hasrat kita.
Di dalam keyakinan agama Hindu, tugas dan fungsi mereka, adalah menjadi penyampai pesan para dewa kepada manusia.
Di dalam Islam, Bidadari adalah pasangan bagi para penghuni surga. Istilah Bidadari sendiri, di dalam Al Qur’an disebut ‘huur‘.
Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah menyatakan bahwa istilah ‘huur’ tersebut merupakan bentuk kata yang bebas kelamin, artinya bisa diartikan sebagai perempuan dan bisa juga laki-laki.
‘Huur’ adalah sosok yang diciptakan sesuai keinginan dan hasrat si penghuni surga, tergantung kecenderungannya.
Dengan demikian, didasarkan kepada Tafsir Quraish Shihab tentang makna “huur“, di Surga kita bisa memilih “lingkungan sosial” mana, yang sesuai dengan hasrat kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar