Jumat, 31 Agustus 2012

Eskrim Magnum ternyata dari lemak babi!

Kejadiannya berawal waktu anak2
minta dibelikan es krim MAGNUM,

sampe di rumah saya baca dan
amati komposisinya. Ternyata ada
kode E472 yang artinya
mengandung LEMAK BABI, tapi
ANEHnya bisa dapat LOGO
HALAL MUI!!! so, berhati-hatilah
temans dan saudara2 dalam
mengkonsumsi makanan dan
minuman.

Biasakan BACA dan
TANYA jika kita ingin makan
sesuatu, terutama HALAL
HARAMnya....

Kode Babi Pada Makanan
Kemasan (Oleh Dr.M.Anjad Khan)
Salah seorang rekan saya bernama
Shaikh Sahib bekerja sebagai
pegawai di Badan Pengawasan
Obat & Makanan (POM) di Pegal,
Perancis. Tugasnya adalah
mencatat semua merek barang,
makanan dan obat-obatan. Produk
apapun yang akan disajikan suatu
perusahaan ke pasaran, bahan-
bahan produk tersebut harus
terlebih dahulu mendapat ijin dari
Badan pengawas Obat dan
Makanan Prancis dan Shaikh Sahib

bekerja di Badan tersebut bagian
QC , oleh sebab itu dia mengetahui
berbagai macam bahan makanan
yang dipasarkan.

Banyak dari bahan-bahan tersebut
dituliskan dengan istilah ilmiah
namun ada juga beberapa yang
dituliskan dalam bentuk matematis
seperti E-904, E-141. Awalnya,
saat Shaikh Sahib menemukan
bentuk matematis tersebut, dia
penasaran dan kemudian
menanyakan kode matematis
tersebut kepada seorang perancis
yang berwenang dalam bidang itu
dan orang tersebut menjawab ”
KERJAKAN SAJA TUGASMU,
DAN JANGAN BANYAK
TANYA!’.

Jawaban tersebut
menimbulkan kecurigaan buat
Shaikh Sahib dan dia kemudian
mulai mencari tahu kode
matematis tersebut dalam
dokumen yang ada. Ternyata apa
yang dia temukan cukup
mengagetkan kaum muslim di
dunia. Hampir diseluruh negara
barat termasuk Eropa, pilihan
utama untuk daging adalah daging
babi.

Peternakan babi sangat banyak di
negara-negara tersebut. Di
perancis sendiri jumlah peternakan
babi mencapai lebih dari 42.000.
Jumlah kandungan lemak dalam
tubuh babi sangat tinggi
dibandingkan dengan hewan
lainnya. Namun orang eropa dan
amerika berusaha menghindari
lemak-lemak tersebut.

Kemudian yang menjadi
pertanyaan sekarang; dikemanakan
lemak-lemak babi tersebut ?
jawabannya adalah: Babi-babi
tersebut dipotong di rumah-rumah
jagal dalam pengawasan Badan
POM dan yang membuat pusing
Badan tersebut adalah membuang
lemak yang sudah dipisahkan dari
daging babi.

Dahulu kira-kira 60 tahun yang
lalu, lemak-lemak tersebut dibakar.

Kemudian mereka berpikir untuk
memanfaatkan lemak-lemak
tersebut. Sebagai awal ujicobanya
mereka membuat sabun dengan
bahan lemak tersebut dan ternyata
itu berhasil. Lemak-lemak tersebut
diproses secara kimiawi, dikemas
sedemikian rupa dan dipasarkan.
Dalam pada itu negara-negara di
Eropa memberlakukan aturan yang
mengharuskan bahan-bahan dari
setiap produk makanan, obat-
obatan harus dicantumkan pada
kemasan. Oleh karena itu bahan
yang terbuat dari lemak babi
dicantukam dengan nama Pig Fat
(lemak babi) pada kemasan
produk. Mereka yang sudah tinggal
di Eropa selama 40 tahun terakhir
ini mengetahui hal tersebut.

Namun produk dengan bahan
lemak babi tersebut dilarang
masuk ke negara-negara Islam
pada saat itu sehingga
menimbulkan defisit perdagangan
bagi Negara pengekspor.

Menoleh ke masa lalu, jika anda
hubungkan dengan Asia Tenggara,
anda mungkin tahu tentang factor
yang menimbulkan perang saudara.
Pada saat itu, peluru senapan
dibuat di Eropa dan diangkut ke
belahan benua melalui jalur laut.

Perjalanannya memakan waktu
berbulan-bulan hingga mencapai
tempat tujuan sehingga bubuk
mesiu yang ada di dalamnya
mengalami kerusakan karena
terkena air laut. Kemudian mereka
punya ide untuk melapisi peluru
tersebut dengan lemak babi.

Lapisan lemak tersebut harus
digigit dengan gigi terlebih dahulu
sebelum digunakan. Saat berita
mengenai pelapisan tersebut
tersebar dan sampai ketelinga
tentara yang kebanyakan Muslim
dan beberapa Vegetarian (orang
yang tdk makan daging), maka
tentara – tentara tersebut menolak
berperang sehingga mengakibatkan
perang saudara (civil war).

Negara-negara Eropa mengakui
fakta tersebut dan kemudian
menggantikan penulisan lemak babi
dalam kemasan dengan menuliskan
lemak hewan. Semua orang yang
tinggal di Eropa sejak tahun 1970
– an mengetahuinya.

Saat perusahaan produsen ditanya oleh
pihak berwenang dari negara Islam
mengenai lemak hewan tersebut,
maka jawabannya bahwa lemak
tersebut adalah lemak sapi &
domba, walaupun demikian lemak-
lemak tesebut haram bagi muslim
karena penyembelihan hewan
ternak tersebut tidak mengikuti
syariat Islam. Oleh karena itu
produk dengan label baru tersebut
dilarang masuk ke negara-negara
islam.
Sebagai akibatnya,
perusahan-perusaha produsen
menghadapi masalah keuangan
yang sangat serius karena 75%
penghasilan mereka diperoleh
dengan menjual produknya ke
Negara islam, dimana laba
penjualan ke negara islam bisa
mencapai milliaran dolar.

Akhirnya mereka memutuskan
untuk membuat kodifikasi bahasa
yang hanya dimengerti oleh Badan
POM sementara orang awam tidak
mengetahuinya. Kode tersebut
diawali dengan kode E-CODES.

E-INGREDIENTS ini terdapat di
banyak produk perusahaan
multinasional termasuk pasta gigi,
sejenis permen karet, cokelat, gula-
gula, biscuit, makanan kaleng,
buah-buahan kalengan dan
beberapa multi vitamin dan masih
banyak lagi jenis produk makanan
& obat-obatan lainnya.
Semenjak produk – produk tersebut di atas
banyak dikonsumsi oleh negara-
negara muslim, kita sebagai
masyarakat muslim tidak
terkecuali sedang menghadapi
masalah penyakit masyarakat
yakni hilangnya rasa
malu,kekerasan dan seks bebas
(kumpul kebo).

Oleh karenanya, saya mohon
kepada semua umat Islam untuk
memeriksa terlebih dahulu bahan-
bahan produk yang akan kita
konsumsi dan mencocokannya
dengan daftar kode E-CODES
berikut ini. Jika ditemukan kode-
kode berikut ini dalam kemasan
produk yang akan kita beli, maka
hendaknya dapat dihindari karena
produk dengan kode-kode tersebut
di bawah ini mengandung lemak
babi : E100, E110, E120, E 140,
E141, E153, E210, E213, E214,
E216, E234,E252,E270, E280,
E325,E326, E327, E334, E335,
E336, E337, E422, E430,E431,
E432, E433,E434, E435, E436,
E440,E470, E471, E472, E473,
E474, E475,E476, E477, E478,
E481, E482, E483, E491, E492,
E493,E494, E495, E542,E570,
E572, E631, E635, E904.
Adalah tanggung jawab kita semua
sebagai umat islam untuk
mengikuti syariat Islam dan juga
memberitahukan informasi ini
kepada saudara-saurdara kita.
Semoga manfaat, M. Anjad Khan
Medical Research Institute United
States.

*Prennss ...kalo mo hang out di
Starbucks or Coffebean, pikir2
ulang deh... karena, ternyata
semua minuman mengandung
elmusifier yang berasal dari babi.
Kalo membeli makanan kita juga
gampang mengetahui halal or
haram,

caranya dg melihat ada
tidaknya kode E ? trus tiga digit
angka dibelakangnya, dan itu
artinya bahan2 berasal dari lemak
babi...

* Dear all ...Jika memang
emulsifier yang dipake starbuck
adalah kode E471 (tidak
adaembel2 lain, misal : lecithin de
soja atau soy lecithin), maka saya
yakni bahwa 'origin'nya adalah
pork or varken (babi) Sebenarnya
tak hanya E471 tapi juga E472,
para keluarga muslim Groningen
the Netherlands & ikatan kel
muslim Eropa memperingatkan
kami utk mengecek content /
ingredient emulsifier ini pd setiap
produk makanan yg akan dibeli.
Kami pun sempat kaget, karena
emulsifier juga digunakan pada rot
itawar.

Karena itu, kami sarankan
kpd kel muslim utk pilih roti
tawar dg istilah biological bread
(non-chemical additive), tentu saja
resikonya harga lebih mahal (1/2
blok roti tawar jenis ini hampir 3
X harga roti tawar dg
emulsifier), yang pentingkan halal.

*FYI ....E471 biasa dikenal dg
sebutan lecithin è originnya
merupakan ekstrak dari tulang
babi.E472 (saya tak ingat nama
dagangnya) è originnya adalah
ekstrak tulang babi.

Kedua
additive ini merupakan senyawa
turunan dr asam lemak (fattyacid).
Biasanya kedua additive ini sangat
sering ditemukan pada produk2
berikut : Produk makanan
mengandung cokelat è roti, ice
cream, biskuit, dll.

Produk
makanan yg perlu elmusifier è
coklat bar, ice cream, or bulk,
coffee cream, marshmallo, jelly,
dsb.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar